Prewed

sirogens photoart

Prewed

sirogens photoart

Prewed

sirogens photoart

Prewed

sirogens photoart

Prewed

sirogens photoart

Tampilkan postingan dengan label . arti Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label . arti Cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Desember 2010

TENTANG CINTA

Hanya butuh
1 menit untuk dapat suka dengan seseorang, hanya butuh 1 jam
untuk menyukai
seseorang dan 1 hari untuk mencintai seseorang tapi butuh waktu
seumur hidup
untuk melupakan seseorang. Pergilah untuk seseorang yang
membuatmu tersenyum
karena hanya butuh senyuman untuk membuat hari yang gelap
terlihat terang.

Ada masanya
dalam hidup ketika kamu merasa sangat merindukan seseorang
dan kamu berharap
dapat mengambil dia dari mimpimu dan memeluknya dalam
kehidupan nyata!
Bermimpilah apa yang kamu ingin mimpikan, pergilah kemana kamu
ingin pergi,
jadilah apa yang kamu ingini karena kamu hanya mempunyai satu
kehidupan dan
satu kesempatan untuk melakukan semua hal yang kamu ingin
lakukan.

Jumat, 12 November 2010

Ketika Semua Diatas namakan Cinta …

Cinta adalah sebentuk nikmat agung yang Allah karuniakan kepada manusia. Dengan anugerah cinta itulah manusia jadi lebih bermakna. Dengan anugerah cinta pula, setiap rintangan untuk bertemu sang kekasih akan dihadapi dengan lapang dada, bahkan senyuman yang mengembang.

Cinta itu tidak statis, cinta itu dinamis, penuh vitalitas dan energi yang mampu membangkitkan kekuatan-kekuatan tersembunyi dalam diri sampai akhirnya dahaga cinta itu terpuaskan.
Sekali lagi, cinta menimbulkan serangkaian konsekuensi. Ketika seseorang telah menyatakan cinta dan berkomitmen dengan cinta, maka segala tingkah lakunya akan berjalan di jalur cinta tersebut. Bukankah seorang pecinta akan berusaha untuk menghadirkan kesamaan dengan yang dicintainya, sehingga yang dicintai itu menjadi ridha kepada-Nya?
Lalu apakah cinta itu ? Imam Ibnu Qayyim Al- Jauziyyah mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Membatasinya hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka, batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri". Walau demikian, sesuatu yang sulit dimaknai bukan berarti tidak bisa dimaknai.
Diantara makna cinta adalah kecenderungan hati untuk lebih mengutamakan yang dicintai daripada diri dan harta sendiri.
Sedangkan dari sudut pandang Erich Fromm, seorang psikolog kenamaan berkebangsaan Jerman. Dalam bukunya The Art of Love, ia menyebutkan empat unsur yang hadir dalam cinta, yaitu :

1. Care (Perhatian)
Cinta harus melahirkan perhatian pada obyek yang dicintai.
Ketika kita mencintai seseorang, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapinya, akan berusaha meringankan bebannya, dan memberikan perhatian yang tinggi atas semua gerak-geriknya.

2. Responsibility (Tanggung Jawab)
Cinta harus melahirkan sikap bertanggung jawab terhadap obyek yang dicintainya.
Suami yang mencintai istrinya, akan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Ia pun akan bertanggung jawab dan mendedikasikan segenap potensi dirinya untuk ‘membahagiakan’ obyek yang dicintainya.

3. Respect (Hormat)
Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya obyek yang dicintai dan selalu berikhtiyar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect

4. Knowledge (Pengetahuan)
Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk-beluk obyek yang dicintai.
Ketika kita mencintai seseorang yang akan menjadi teman hidup, kita akan berusaha memahami kepribadian, latar belakang, minat dan kualitas keimanannya.
Empat komponen cinta inilah yang senantiasa terpatri di hati para sahabat. Dan efek yang ditimbulkannya begitu dahsyat.
Sudahkah dari keempat unsur diatas, terdapat dalam diri anda yang tidak lain juga seorang pecinta dalam hidup ini?

(Disimpulkan dari artikel berjudul Berawal dari Cinta. Tabloid Republika : Dialog Jum’at, 24 Agustus 2007)


Rabu, 22 September 2010

Apa itu Cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?

Suatu hari, Plato bertanya kepada gurunya (Socrates), “Apa itu Cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?”


Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah, tetapi jangan mundur kembali, kemudian ambillah satu buah ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta.”

Plato kemudian berjalan, tidak berapa lama kemudian ia kembali dengan tangan kosong tanpa mempawa apapun. Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satu ranting pun?”

Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku sudah menemukan yang paling menakjubkan,
tapi aku tidak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi ranting tersebut tidak kuambil. Setelah aku melanjutkan perjalanan, baru aku sadar bahwa ranting-ranting yang aku temukan kemudian, tidak sebagus ranting yang tadi, jadi akhirnya tak sebatang ranting pun kuambil.”

Gurunya menjawab, “Itulah yang dimaksud dengan cinta.”

Beberapa hari kemudian, Plato kembali bertanya kepada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya menjawab, “Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Jika kamu menemukan pohon yang laing tinggi, tebanglah. Dengan begitu kamu telah menemukan apa itu perkawinan?”

Plato kemudian berjalan dan tidak berapa lama kemudian ia kembali dengan membawa sebuah pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato menjawab, “Berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi pada kesempatan ini, aku lihat pohon ini dan kurasa tidak terlalu buruk. Jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya ke sini. Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.”

Gurunya menjawab, “Itulah yang dimaksud dengan perkawinan.”

Cinta itu semakin dicari, semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika kita dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan berlebihkan akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan. Tak ada satu pun yang didapat serta dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terima cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta. Perkawinan merupakan proses mendapatkan kesempatan. Ketika kau mencari yang terbaik di antara pilihan yang ada, maka kau akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya. Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu untuk mendapatkan perkawinan itu. Karena kesempurnaan itu hampa adanya.

Adakah cinta yang sempurna ???

Bila cinta telah menyatukan hati yang sedang gelisah , maka di sana pasti akan ada keindahan yang selalu dirasa , dan bila cinta telah datang maka diri inipun tak ubahnya seperti rusa yang tak berdaya karena tikaman tombak sang pemburu , lalu jiwapun tak kan pernah mampu untuk menghindar dari godaan dan bisikan cinta itu ,sekuat apapun diri berusaha untuk melepaskan diri dari jeratanya maka semua itu kan sia-sia ,karena kekuatan cinta lebih kuat dari segala kekuatan ,atau jika cinta itu tak pernah hadir maka diripun tak bisa memaksanya tuk hadir dalam hati , dan sekuat apapun diri mencoba untuk menghadirkan cinta yang tak pernah hadir maka semua itu akan sia-sia , karena kekuatan cinta lebih kuat dari segala kekuatan , dan cinta itu sendiri pun hadir dengan kebebasan bukan dengan paksaan .

Memang terkadang apa yang kita dapatkan tidak sesempurna dengan apa yang kita inginkan , tapi disadari ataupun tidak kita butuh dengan cinta yang telah ada tersebut , justru saat kita semakin mencari sesuatu yang sempurna maka itu akan membuat diri tersiksa karena jiwa yang haus akan ketenangan terus membohongi diri sendiri bahwa dalam hati yang terdalam telah tersimpan cinta yang amat dalam pula ,bahwa kita selalu berhadapan dengan hal yang semu ” Sebuah cinta sempurna yang terus kita buru namun hal itu hanya ada pada hayalan kita semata ” .

Pernahkah kita sadari bahwa cinta yang selama ini kita cari sesungguhnya selalu ada bersama setiap detak jantung kita , pernahkah pula kita berfikir jika kita terus berorientasi pada satu cinta yang terus terhayalkan…….. satu cinta yang sempurna , maka itu akan menjadikan kita tak mampu menerima cinta yang sedang hadir selain cinta yang kita harapkan itu …cinta yang tidak terlalu sempurna daripada apa yang kita hayalkan itu …….tapi disadari ataupun tidak, kita pasti membutuhkan cinta yang telah ada itu lebih dari sekadar kesempurnaan belaka , dan memang itulah kebenaran cinta yang sesungguhnya ” sebuah cinta yang hadir …..cinta yang kita butuhkan ” .Namun pada kenyataanya cinta yang sedang hadir teersebut sering tersisihkan dari hati kita , bukan karena sebab apapun ,juga bukan karena cinta tersebut tak berharga …. namun karena kebodohan kita sendiri yang selalu ingin meraih dan terus mengejar sbuah cinta sempurna itu …..cinta yang hanya ada dalam cerita fiksi kita …. cinta yang telah membutakan mata kita … menulikan pendengaran kita … dan mebungkam mulut kita .

Sesungguhnya harapan yang telah kita tanam pada cinta sempurna yang kita impikan justeru akan menjadikan kita terus terbuai dengan rayuan dan kebohonganya, karena harapan yang terlalu besar tak lain adalah hayalan yang hanya ada dalam benak kita bukan kenyataan kita, anehya kita masih saja sering menaruh harapan yang terlalu besar pada cinta sempurna tersebut.

Percayalah sobat bahwa ” Tidak ada cinta yng sempurna di dunia ini” , oleh karenanya stop jangan mengharap lagi kalau kita akan mendapatkan cinta yang sempurna karena hakikat kesempurnaan hanya dimiliki sang pencipta.

Justru kesempurnaan cinta itu ada ketika kita mampu mencintai cinta yang ada

Dalam hati kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri

Tak berlebihan jika ku katakan

Kesempurnaan cinta adalah ketika kita mempu mencintai

Dengan ketulusan dan keihlasan hati